Loading Website

Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Kalimantan Timur, Samarinda, Kutai Kartanegara, Balikpapan, Bontang, Kutim, Berau, PPU, Paser, Kubar, Melak, Kaltim, headline kaltim

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Seni Menjadi Pedagang Online

AD BANNER

Laporkan Penyalahgunaan

Kursus Advance SEO_Saung Seo

Easy import From China

Marketplace Theme

The Power Of Wanita Idaman

Panduan Dropship

Landing Page Domination

Gedung tua yg hilang di telan zaman masih menciptakan misteri di kota Padang. Dari beberapa literatur & kitab yang aku baca, terdapat gedung di zaman Kolonial Belanda sangat penting & menunjang aktifitas pemerintahan dan perdagangan pada kota Padang. Sekarang hanya berupa kisah yg tertulis dibuku & cerita dari nenek moyang atau bahkan menurut orang tua sendiri. Saya mencoba buat merangkum beberapa gedung tua pada kota Padang Sumatera Barat yg tidak bisa ditemukan lagi keberadaannya atau sudah berubah fungsi bahkan telah direvitalisasi menjadi gedung baru.

1. Hotel Padang Tempo Dulu

Sebagai kota metropolitan jaman itu kota Padang sudah berdiri beberapa hotel dikawasan usaha. Dengan banyaknya beberapa pedagang yg tiba tentu membutuhkan tempat peristirahatan. Kapal uap besar yg merapat pada Emma Haven Teluk Bayur tentu akan membawa banyak manusia buat melakukan transaksi dagang seperti dari Eropa dan bangsa lainnya.

Tentu beberapa hotel yg beroperasi pada kota Padang seperti Hotel Atjeh, Hotel Kong Bie Hiang, & Hotel Oranje. Namun dengan berjalannya waktu hotel asli ini telah tidak bisa ditemukan lagi dikota Padang.

Hotel Oranje : Terletak pada Jl Gereja bertepatan menggunakan Hotel Ina Muara. Hotel tempo dulu ini beroperasi dalam zaman itu sebagai loka istirahat bagi para saudagar atau Belanda. Hotel ini sudah pada revitalisasi menjadi Hotel Ina Muara baru yg telah diangun beberpa tahun yang lalu.

Hotel Oranje 1890

Jalan sepanjang Hotel Oranje dan Hotel Atjeh 1901

Hotel Oranje 1900 - 1940

Hotel Oranje 1928

Hotel Oranje 1930

Kitchen Hotel Oranje 1930

Ruang Baca Hotel Oranje

Hotel Sumatera : Terletak kira-kira dekat Penjaga Berok atau Penjara muara sekarang kira-kira tahun 1867.

Hotel Sumatera 1867

Hotel Sumatera 1870

Hotel Ambacang berlokasi pada dekat Jl Dobi sekarang, Kondisi gedung hotel tidak kita temukan lagi kini dan telah berubah sebagai gedung hotel model baru. Nostalgia melihat gedung lama yang telah ditelan oleh zaman.

Pasar Ambacang / Hotel Ambacang

Jl Bundo Kanduang tempo dulu

Hotel Central yg terletak pada Jl MH Yamin. Sekarang ditempati oleh Mesjid Nurul Iman & Kodim.

Pagar Hotel Central 1927

Persimpangan Alang Laweh - 1930

Alang Lawasweg Jl Alang Lawas tempo dulu

2. Kantor Pos & Giro.

Kantor ini terletak di Jl Bagindo Aziz Chan. Terjadinya perubahan gedung termasuk arsitekturnya menurut awal bediri sampai menggunakan kini .

Kartor Pos 1910

Kantor Pos 1920

3. Kantor Telekom.

Kantor ini terletak di Jl Bagindo Aziz Chan. Lokasi ini masih ditempati sang Telkom menjadi tempat operasionalnya. Di lokasi inilah dulu melayani telegraph buat pengiriman kabar sebelum adanya SMS atau media sosial lainnya.

Kantor Telekom 1910

Kantor Telekom 1920

4. Stasiun Pulau Aie.

Bangunan ini didirikan pada tahun 1900 dan terletak di jalan Pulau Air, kelurahan Palinggam, Kecamatan Padang Selatan. Bangunan yang mempunyai luas 27,50 x 12 m2 ini memiliki pintu masuk yg berada di tengah bangunan sebagai akibatnya seolah-olah membagi bangunan menjadi 2 bagian. Bagian atas bangunan ditutupi dengan atap seng, sedangkan ventilasi yg masih ada pada bangunan ini hampir holistik berbentuk persegi. Dilihat menurut kesejarahannya diketahui bahwa bangunan ini dahulunya berfungsi menjadi Stasiun Kereta Api yg menghubungkan antara Padang menjadi sentra kota menggunakan Pulau Air yang adalah wilayah yang dekat menggunakan daerah Muaro (Batang Arau) pantai kota Padang. Sedangkan pada masa sekarang bangunan ini telah tidak berfungsi sebagai stasiun kereta barah lagi, namun berfungsi menjadi loka tinggal dengan kondisi yang sangat tidak terawat. Padahal Stasiun ini memiliki Nilai Sejarah kota Padang. Make Money Online : http://ow.Ly/KNICZ

Make Money Online : http://ow.Ly/KNICZ

Stasiun ini dibangun dalam tahun 1900 berlokasi pada Jl Pulau Air, Palinggam Padang Selatan. Dengan luas 27,50 x 12 m2 dimana pintu masuk berada ditengah gedung. Dari poto ditinjau bangunan ditutupi oleh atap seng dan keseluruhan ventilasi berbentuk empat persegi. Dari sejarah stasiun ini digunakan menjadi penghubung transportasi Kereta Api antara kota Padang - Pulau Air - Muaro Batang Arau - Pantai Padang. Saat kini beberapa jalur telah terbengkalai atau bahkan hilang sama sekali. Namun jalur ini tertimbun oleh bangunan atau memang hilang ditelan zaman.

Stasiun Pulau Air 1905 - 1920

Jalur Kereta Pulau Air 1915

Stasiun Pulau Air 1935

5. Pasar Mudik.

Pasar ini adalah tempat berniaga yang relatif ramai pada kota Padang tempo dulu. Proses penggantian nama menjadi Pasa Gadang oleh penduduk Padang dan diganti menjadi Jl Batipuah sampai sekarang menurut tahun 1930. Disebelah kiri ada mesjid.

Pasa Mudik 1930

6. Kampung Seberang Padang.

Lokasi ini ditempati oleh para perantau yang pulang ke kota Padang. Kemudian mereka menetap pada lokasi pinggiran arah selatan atau dibibir sungai Batang Arau. Menurut sejarah lokasi ini dinamakan "Kampuang Batuang" berdasarkan sejarah Belanda bahwa lokasi ini didiami sang para perniagaan, pedagang garam, dan nelayan.

Seberang Padang 1890

7. Gedung Pengadilan.

Lokasi gedung pengadilan ini berada pada Jl Diponegoro. Dilokasi yang sama jua terdapat Kantor Dewan Kehakiman Michielsmomumen dalam tahun 1890

Add caption
Add caption
Add caption

  Kantor Dewan Kehakiman & Michielsmomument 1890 - Jl Diponegoro

Gedung Pengadilan 1910

8. De Javasche Bank atau Bank Indonesia.

De Javasche Bank beroperasi pada Indonesia dalam tempo dulu 1864 membuka cabangnya di pulau Jawa yaitu di Muara ini. Lokasi pertama terletak di Jl Nipah sebagai gudang militer yg dipakai buat operasional perbankan. Pada 29 Agustus 1864 aktivitas perbankan resmi beroperasi menggunakan direktur yang pertama A.W. Verkouteren.

De Javasche Bank - 1895

De Javasche Bank - 1900

Pada tanggal 31 Maret 1921 lokasi de Javasche Bank memulai perpindahan gedung didepan Jembatan Siti Nurbaya kini dengan arsitek Hulswitt-Fermont-Cuypers. Secara resmi gedung ini digunakan pada tahun 1925. Setelah Indonesia merdeka gedung ini diambil alir oleh Bank Indonesia sampai kini .

De Javasche Bank - 1931

9. Tugu De Greve.

Untuk mengenang jasa De Greve, Belanda membangun tugu ini didepan de Javasche Bank ini. Tugu ini terletak sebelah kanan dari poto diatas {De Javasche Bank - 1931} karena masuknya Penjajahan Jepang tugu ini dihancurkan dan tidak ditemukan lagi sampai sekarang. De Greve adalah seorang ahli geologi yang merekomendasikan untuk mengeksplorasi emas hitam {batu bara} di Sawahlunto - Ombilin.

10. Kampung Cina.

Lokasi ini dimulai di sudut Apotik kinol sampai ke klenteng pada Pondok. Pada waktu itu transportasi yg generik digunakan merupakan Bendi.

11. Pembangkit Listrik Kampung Durian.

Gedung ini dibangun pada tahun 1900 menjadi PLTU. Pada waktu sekarang telah berubah fungsi menjadi tempat olah raga bagi warga setempat. Terletak di Jl Koto Baru, Kel Koto Baru, Kec Lubuk Begalung ini mempunyai luas 30 x 47,25 m2 yg menyatu datu menggunakan yg lainnya. Atap gedung memakai seng dengan dinding batu bata. Dengan arsitektur unik ini membuat gedung ini sangat antik jika dipandang menurut depan. Jendela berbentuk persegi buat holistik dan memiliki lengkung dibagian atas. Dibelakang masih ada bak penampung air yg berbentuk menara.

PLTU Kampung Durian 1935

12. Toserba A.H. Tuinenburg.

Toserba ini ada pada abad ke 20. Informasi toserba ini jua diiklankan diberbagai media koran yg terbit ketika itu misalnya keterangan informasi, sinar sumatera, dst. Lokasi toserba pada tanah lapang alang laweh menggunakan nama pemilik J.Boon.Jr yg sebagai bisnis turun temurun. Jenis barang yg dijual barang impor dari negara eropa seperti jam tangan, sepeda, gramofon, indera musik, & lainnya. Tentu pelanggan ketika itu merupakan kaum elit menurut Belanda & Cina. Dengan adanya toserba ini menerbitkan beberapa seri kartu pos prentbriefkaartdengan gambar yang indah. Dengan adanya kegiatan ini poly terdapat rekam jejak bangunan krusial yang ada dikota Padang yg menjadi koleksi krusial di Eropa termasuk perpustakaan Belanda dan toko antik.

A.H. Tuinenburg - 1899

Toserba ini memberikan peranan krusial pada bidang olah raga pada Hindia Belanda. Ada hubungannya dengan iklan kenaikan pangkat sepeda dalam poto ini pada waktu itu. Didepan toko bertulisan kata FONGERS RIJWIELEN sepeda Fongers salah satu merek sepeda yg sangat terkenal pada zaman itu. Toserba inilah yg mempelopori warga kota Padang menggunakan sepeda sebagai transportasi utama buat menempuh perjalanan didalam kota.

Toserba lain terdapat pada Padang 1910 - Warenhuis te Padang, ter Sumatra's Westkust

13. Pantai Padang.

Pada zaman kolonial Belanda lokasi pantai Padang sangat mengagumkan dengan landscape yang tertata dan memiliki estetika loka buat santai & bermain. Lantaran lokasi pantai Padang ini banyak terjadinya pengikisan pantai atau pasang bahari membuat kolonial Belanda membentuk arsitektur yang lebih aman.

Pantai Padang - 1890

Pantai Padang yg masih belum pengikisan - 1900

Taman Indah di Pantai Padang - 1898

Pantai Padang 1912 - 1914

Teras Pantai Padang - 1910

Strandweg - Jl Samudera - Pantai Padang - 1890

Jl Samudera tempo dulu

14. Jalur Kereta Api dan Jembatan Menuju Emma Haven Teluk Bayur

Infrastuktur yg dibangun oleh kolonial Belanda buat memudahkan jalur transportasi mengangkut seluruh hasil bumi atau transportasi menuju ke wilayah tersebut.

Jembatan berdasarkan Seberang Padang menuju Emma Haven Teluk Bayur

Boekit Poetoes - Emma Haven Teluk Bayur - 1935

Stasiun Kereta Api Emma Haven Teluk Bayur - 1910

15. Tugu Michiels.

Tugu berlokasi di Taman Melati didepan Hotel Oranje Hotel Ina Muara. Dasar tugu berdasarkan leburan besi dan lantai marmer full-relief. Ujung tugu meruncing dan beberapa tingkat. Gaya Eropa kuno sekali bentuk tugu ini & sangat latif. Tidak referensi yang jelas mendukung ketinggian Tugu ini, diperkirakan lebih kurang 14,4 meter.

Tugu Michiels ini ada sekitar 3 butir yg tersebar dibeberapa daerah pertama Kota Padang kedua tepatnya di Waterloopein - lapangan waterloo atau lapangan banteng, lokasi persis disudut timur Mesjid Istiqlal ketiga di kota Surabaya. Periode pembangunan diperkirakan antara 1853 - 1855. Di Surabaya namanya Bali Monument karena dalam ketika itu Belanda merayakan kemenangan di BAli tahun 1849

Siapa Mayor Jenderal Andries Victor Michiels?

Dia adalah Mayor Jenderal yang sangat berjasa kepada kolonial Belanda & memiliki rekam jejak yang sangat gemilang dalam perperanan. Dia lahir di kota Maastricht (Nederland) pada tanggal 23 April 1797. Pertama kali mendarat pada pulau Jawa pada tahun 1817 dengan pangkat Lettu. Dia jua terlibat dalam perang pada Cirebon dan Diponegoro pada tahun 1831. Kemudian dia dipindahkan ke Sumatera Utara dan lalu diangkat sebagai komandan militer di daerah Sumatera Barat menggunakan pangkat Letkol. Dia pula berjasa & menaklukkan Tuanku Imam Bonjol.

Dengan prestasi ini kemudian Kolonial Belanda mengangkat beliau sebagai Kolonel dalam tahun 1837. Setelah ditugaskan di Sumatera Barat dia juga menguasai beberapa daerah, atas prestasi ini dia diangkat menjadi May-Jend pada tahun 1843. Dia dipromosikan sebagai Komanda KNIL dalam tahun 1849 dan harus memimpin ekspedisi di pulau Bali. Namun beliau mati disana terbunuh dan dimakamkan di pemakaman Kebon Jahe Gober - Kerkhof Laan Tanah Abang Jakarta Pusat. Sekarang dikenal menggunakan Museum Taman Prasasti.

Maka dibangunlah Tugu Michiels di beberapa tempat untuk menghargai jasa-jasanya. Tetapi ketiga monumen ini tidak dapat ditemukan lagi karena kemungkinan dihancurkan pada zaman penjajahan Jepang yang terjadi sebelum Indonesia merdeka.

Monumen Michiels pada pojok Waterlooplein, Batavia Lapangan Banteng -Jakarta

Monumen Michiels sekitar tahun 1900 - 1940 Taman Melati

Beberapa tempat tempo dulu atau gedung tua yang terdapat pada kota Padang yang hilang ditelan zaman. Bukan berarti keseluruhannya hilang akan tetapi terdapat yg berubah fungsi ataupun dihancurkan sama sekali dan dibangun dalam bentuk baru. Dengan adanya poto ini kita sanggup mengenal sejarah kota Padang tempo dulu yang cukup mewakili menurut poto yg kami tampilkan pada blog ini. Begitu lengkap dengan infrastruktur yg dibangun menggunakan fasilitas mendukung yg terdapat dibangun oleh Belanda. Inilah sejarah yang harus dihargai & merawat semua peninggalan ini sebagai bukti yang wajib dipertahankan supaya tidak hancur dimakan usia & tidak dirawat. Ini sebagai citra beberapa bangunan atau gedung tua yang sudah hilang ditelan zaman atau bahkan dihancurkan pada zaman penjajahan Jepang.

"Disclaimerdanquot;

Poto ini adalah Property atau Copyright dari media-kitlv dan tropenmuseum.Nl dan lainnya

Penggunaan poto Padang tempo dulu hanya penelusuran sejarah yang ingin saya tampilkan di blog ini.

Blog ini nir memiliki atau merasa mempunyai hanya menjadi gambaran saja.

Bukan buat diperjualbelikan atau dikomersialkan.

Tag: kumpulan foto kota Padang tempo dulu kuno arsip poto antik Padang

Checking your browser before accessing

This process is automatic. Your browser will redirect to your requested content shortly.

Please allow up to 5 seconds…

DDoS protection by Cloudflare
Ray ID: