Loading Website

Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Kalimantan Timur, Samarinda, Kutai Kartanegara, Balikpapan, Bontang, Kutim, Berau, PPU, Paser, Kubar, Melak, Kaltim, headline kaltim

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Seni Menjadi Pedagang Online

AD BANNER

Laporkan Penyalahgunaan

Kursus Advance SEO_Saung Seo

Easy import From China

Marketplace Theme

The Power Of Wanita Idaman

Panduan Dropship

Landing Page Domination

Wisata Janjang-Jenjang-Tangga di kota Bukittinggi tersebar dibeberapa tempat. Tentu wisata seperti ini akan membutuhkan kondisi kaki yang kuat dengan lutut yang lentur untuk menelusuri satu demi satu anak janjang-jenjang-tangga sampai tujuan. Janjang didalam Bahasa Indonesia berarti jenjang atau anak tangga. Pembangunan keseluruhan objek wisata ini sudah dimulai pada zaman kolonial Belanda tentu menjadi infrastruktur sangat penting pada waktu itu. Geografi Kota Bukittinggi cukup dominan dengan bentuk daerah berbukit maka pembuatan janjang-jenjang-tangga ini sangat diperlukan.  Dengan melakukan napak-tilas untuk semua janjang-jenjang-tangga tersebut tentu anda harus mempunyai informasi cukup untuk semua lokasi. Inilah wisata yang unik lainnya di kota Bukittinggi selain Jam Gadang dan Lobang Jepang.

1. Janjang 40 empat puluh.

Janjang-jenjang-tangga 40

Susunan tangga yang dianggap oleh penduduk lokal sebesar empat puluh, menjadi infrastruktur yang menghubungkan 3 pasar yaitu Pasar Banto, Pasar Atas, & Pasar Bawah yang ada di kota Bukittingi. Lokasi janjang-jenjang-tangga berada di kelurahan Benteng, Pasar Atas Kecamatan Guguk Panjang.

Sebenarnya janjang-jenjang-tangga empat puluh ini terdapat 2 bagian, jumlah keseluhan susunan tangga ini bila diurut menurut Jl Pemuda Bukittinggi sampai keatas berjumlah seratus anak janjang-tangga. Namun dengan syarat anak tangga bagian teratas berbentuk kecil-curam maka angka empat puluh ini merupakan jumlah anak janjang-tangga dalam bagian ini.

Dibangun pada tahun 1908 sang Louis Constant Westenenk yg menjabat menjadi Asisten Residen Agam. Pada zaman ini infrstruktur dibangun buat menata lokasi pasar menjadi lebih baik & memperindah kota Bukittinggi.

Dua. Janjang Gudang.

Lokasi Janjang Gudang terletak didekat Jam Gadang. Disekitar janjang ini pula terdapat janjang yg mengubungkan penjara pada zaman Kolonial Belanda. Terminal angkutan kota pula berada didepan penjara ini yang menghubungkan kota Bukittinggi seperti Sungai Puar, Balingka, dll.

Tiga. Janjang di Belakang Pasar.

Janjang ini berfungsi menjadi penghubung Pasar Bawah melewati sebuah loka bernama los maco. Dilokasi ini poly pedagang baju, kerupuk kulit sapi, & tas.

4. Janjang Pessanggrahan.

Lokasi janjang ini tidak sulit sekali ditemukan, berdekatan dengan Jl Ahmad Yani & Jl Minangkabau. Sekitar janjang banyak penjual sandal serta sepatu menurut kulit, tentu dengan kualitas yg baik. Janjang Pessanggrahan ini tidak begitu kelihatan apabila dicermati dari jalan akbar di Kampuang-Cina lantaran kemudian-lintas insan relatif lebih banyak didominasi lantaran jalurnya strategis yang menghubungkan ke Pasar Atas.

Lima. Janjang Gantuang.

Janjang Gantuang Tempo Doeloe

Janjang Gantuang Sekarang

Janjang ini dibuat dalam tahun 1931-1932 oleh Controleur W.J.Catur. Pembuatan janjang ini sebagai tangga penerus buat Jembatan penyeberangan & diperlukan beberapa anak tangga lagi buat menopang jembatan sanggup dilewati oleh pejalan kaki. Tangga ini jua melewati los dagiang yang masih dipakai dalam ketika kini .

6. Janjang Seribu.

Janjang seribu sepanjang 1 km ini menghubungkan Kota Bukittinggi menggunakan Kabupaten Agam tepatnya pada Koto Gadang. Sebelum pembuatan janjang ini hanya berbentuk tangga bambu yg dibentuk sedemikian rupa sebagai akibatnya mampu dipakai oleh penduduk lokal sebagai jalan pintas yg menghubungkan sungai di Nagrai Sianok dengan Kota Bukittinggi. Awal pembangunan ini telah dimulai pada zaman Kolonial Belanda lebih kurang tahun 1900. Lantaran lokasi janjang sangat penting bagi penduduk lokal, apabila melewati jalan utama membutuhkan saat yg relatif usang dan relatif jauh. Pada zaman ini mayoritas penduduk bekerja mengangkut pasir dari lembah Ngarai-Sianok. Dengan berjalannya ketika janjang ini sebagai jalur krusial nir hanya mengangkut pasir dari lembah Ngarai-Sianok tetapi jua dimanfaatkan sang warga sekitar misalnya Koto Tuo, & Koto Gadang buat merogoh air bersih & menjual seluruh aktivitas perekonomian termasuk output pertanian ke Pasar Atas Kota Bukittinggi.

Pada waktu kini anda bisa berwisata menelusuri keseluruhan anak tangga. Pemandangan dari janjang ini sangat mengagumkan dengan hamparan hijau ngarai & jika anda berjalan akan menemukan beberapa monyet liar yg menanti rezeki makanan menurut pengunjung. Anda dapat menuju lokasi ini sesudah meneruni jalan menuju Ngarai Sianok disamping pintu keluar Lobang Jepang sebelah kiri. Membutuhkan waktu sekitar 15 mnt jalan kaki.

Tentu beberapa janjang ini merupakan tambahan wisata penting lainnnya di kota Bukittinggi. Kota yang telah tua ini tentu poly sekali peninggalan berdasarkan Kolonial Belanda yang wajib anda lihat pada masa sekarang. Sebagai wisata janjang yang menurut sebagaian orang hal yg sepele tetapi dalam masa itu merupakan infrastruktur yg sangat vital buat menunjang keseluruhan aktifitas mereka dalam menjalani kehidupan.

Disclaimer: seluruh poto hak cipta respective owners & dalam artikel ini sebagai gambaran saja tidak dikomersilkan.

Checking your browser before accessing

This process is automatic. Your browser will redirect to your requested content shortly.

Please allow up to 5 seconds…

DDoS protection by Cloudflare
Ray ID: